(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta � Bukan satu-dua kader Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi. Banyak yang khawatir, jangan-jangan ini bukti partai ini hanya bermodalkan citra saja. Partai penyokong SBY itu, mau tak mau, harus koreksi diri.
Perjalanan empat tahun Partai Demokrat 'memimpin bangsa' ini telah diwarnai prestasi maupun korupsi. Para analis politik khawatir, jangan-jangan parpol ini tak punya modal dasar yang kuat kecuali citra SBY, Ketua Dewan Kehormatannya. Sejumlah kadernya yang tersangkut berbagai perkara hukum, bisa mencoreng partai SBY ini.
"Jika PD tak konsisten memberantas KKN, maka citra SBY bakal pudar. Jadi harus ada koreksi PD atas politisinya yang menyeleweng," kata pengamat politik, Umar S Bakry.
Kasus korupsi yang diduga melibatkan kadernya, Jhonny Allen Marbun dan Marzuki Alie, jika kelak terbukti, akan membuat isu korupsi makin mencoreng Demokrat. Sebab, sebelumnya sudah ada sejumlah kader partai tersebut terlibat penyalahgunaan wewenang untuk memenuhi kantong pribadi secara ilegal.
Akhir tahun lalu, misalnya, Bupati Situbondo, Ismunarso diperiksa KPK dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Dia diduga menyalahgunakan APBD 2005 sampai 2007 sebesar Rp 80 miliar. Akibatnya, negara dirugikan Rp 43,7 miliar. Siapa Ismunarso? Dia Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo.
Sebelumnya, kader Demokrat lain yang jadi Bupati Minahasa Utara, Vonnie Aneke Panambunan, juga harus berurusan dengan KPK. Wanita cantik ini akhirnya divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor karena terbukti bersalah dalam kasus korupsi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebagai Dirut PT Mahakam Diastar Internasional, dia mendapatkan proyek pembuatan feasibility study pembangunan bandara yang merugikan negara Rp 3 miliar.
Cukup? Belum. Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie, sempat dilaporkan ke Kejaksaan Agung karena diduga terlibat kasus korupsi saat masih menjabat Direktur Komersial Semen Baturaja. Disinyalir, kasus ini juga melibatkan kader Partai Demokrat lainnya, yang duduk di DPR, yakni Azam Azman.
Tidak itu saja, Ketua DPD Partai Demorat Provinsi Jambi, As'ad Syam, juga ditahan Kejari Muaro Jambi. Dia dituduh melakukan tindakan korupsi jaringan listrik PLTD Sungai Bahar senilai Rp 4 miliar di tahun 2004.
Yang juga menghebohkan adalah kasus korupsi yang diduga melibatkan anggota DPR dari Demokrat, Sarjan Tahir. Dia dituduh terlibat skandal pengalihan hutan bakau di Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.
Terakhir, kader Partai Demokrat lainnya, Jhony Allen Marbun, disebut-sebut ikut terkait dalam skandal korupsi dengan aktor utamanya Abdul Hadi Djamal. Kabar yang beredar, dia diduga ikut menerima suap.
Dari beberapa fakta yang telah ada tersebut, menjadi pertanyaan publik apakah tidak salah prediksi LSI untuk menempatkan Partai Demokrat sebagai partai yang bersih dan dipercaya rakyat? Dan yang menjadi pertanyaan lagi, dengan isu korupsi tersebut, apakah SBY dan PD tetap paling populer?
Kini berhembus kesan bahwa mungkin sebagian dana KKN itu ada yang digunakan untuk iklan politik di media massa yang biayanya miliaran rupiah itu. Jika benar, alangkah menyakitkannya. Bukankah lebih baik dana sebesar itu diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat?
Maka, wajar jika pers dan LSM mendesak Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi proyek Rp 100 miliar yang menerjang politisi Partai Demokrat. Agar kasus ini juga tak jadi mainan para politisi menjelang hajat politik penting dua bulan ke depan. Jika PD konsisten dengan program SBY untuk membasmi korupsi, maka partai ini harus berani mengkoreksi politisinya yang diduga korupsi. [I4]
0 komentar:
Posting Komentar